Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img

Mahasiswa ITS Terjun ke Daerah Transmigrasi Lewat Ekspedisi Patriot 2025

Surabaya, 25 Agustus 2025 – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melepas 228 mahasiswa untuk mengikuti Ekspedisi Patriot 2025, sebuah program pengabdian masyarakat yang berfokus...
HomeUncategorizedPertemuan Prabowo-Megawati Penuh Canda Kekeluargaan

Pertemuan Prabowo-Megawati Penuh Canda Kekeluargaan

Jakarta – Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menjadi sorotan publik saat keduanya tampak bertegur sapa dengan hangat, pertemuan Prabowo-Megawati penuh kekeluargaan. Hal ini disampaikan langsung oleh Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, yang menyaksikan momen tersebut dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2025, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Muzani menyatakan bahwa pertemuan antara Prabowo dan Megawati berlangsung dalam suasana yang sangat kekeluargaan. “Pertemuan itu begitu akrab, penuh kekeluargaan, dan saling bercanda. Sungguh suasana yang sangat jarang terjadi di panggung politik nasional, terutama antara dua tokoh yang sama-sama pernah bertarung dalam pilpres,” ujar Muzani.

Prabowo-Megawati Penuh Kekeluargaan
Pertemuan Prabowo-Megawati Penuh Kekeluargaan

Muzani menambahkan bahwa pertemuan ini sekaligus menunjukkan bahwa Prabowo dan Megawati masih menjaga hubungan baik meskipun pernah berada di kubu politik yang berbeda. Menurutnya, inilah bentuk kedewasaan demokrasi dan sikap saling menghormati yang patut menjadi teladan bagi rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo bahkan sempat melontarkan candaan kepada Megawati. “Ibu agak kurus, Bu. Diet Ibu berhasil!” kata Prabowo sambil tersenyum, yang langsung dibalas tawa hangat Megawati. Momen candaan ini menambah kesan hangat di antara keduanya dan menjadi bukti bahwa meski pernah berseberangan, mereka tetap bisa berinteraksi secara baik dan penuh rasa kekeluargaan. Berita lengkap suasana ini bisa dibaca di ANTARA News.

H2: Momen Keakraban Pemimpin Bangsa

Ahmad Muzani menekankan pentingnya momen-momen kebersamaan seperti ini. Menurutnya, rakyat Indonesia membutuhkan contoh bahwa para pemimpin mereka bisa menempatkan kepentingan bangsa di atas perbedaan politik. “Saya melihat bagaimana Prabowo dan Ibu Megawati saling berbagi tawa, saling menyapa, dan itu menjadi energi positif yang luar biasa,” tutur Muzani.

Pertemuan Prabowo dan Megawati ini juga menjadi simbol bahwa nilai-nilai Pancasila masih sangat relevan sebagai pemersatu bangsa. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, menjadi nyata terlihat dalam keakraban para pemimpin negara. Hal ini selaras dengan tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, yaitu “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya.”

Di luar pertemuan hangat itu, acara peringatan Hari Lahir Pancasila dihadiri pula oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan beberapa menteri kabinet. Upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini berlangsung khidmat, dan menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk terus menjaga persatuan.

Salah satu sumber yang meliput langsung acara ini, Media Indonesia menyebutkan bahwa suasana akrab Prabowo dan Megawati tampak menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Banyak yang kagum melihat bagaimana dua tokoh penting ini saling menghormati dan bahkan bisa bercanda ringan.

Tidak hanya menjadi simbol persatuan, keakraban Prabowo dan Megawati ini juga menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas politik nasional. Di tengah tantangan pembangunan dan dinamika geopolitik, kerja sama dan saling pengertian antara pemimpin sangat dibutuhkan agar bangsa ini tetap kokoh dan sejahtera.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah hubungan politik antara Prabowo dan Megawati, baca artikel lengkapnya di sini. Artikel tersebut mengulas perjalanan panjang hubungan kedua tokoh ini dari masa ke masa, termasuk dinamika yang pernah terjadi selama beberapa dekade terakhir.

Selain itu, keakraban yang tercipta di antara Prabowo dan Megawati menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Mereka diingatkan bahwa politik adalah alat untuk membangun bangsa, bukan untuk memecah belah. Dalam suasana kekeluargaan ini, tersirat harapan bahwa Indonesia akan semakin kuat dengan semangat persatuan.

Pertemuan Prabowo dan Megawati hari itu bukan hanya momen simbolis, tetapi juga membawa pesan penting tentang semangat gotong royong dan persatuan. Ahmad Muzani menegaskan, “Saya yakin, apa yang kami saksikan hari ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persatuan bangsa adalah harga mati yang harus kita jaga bersama.”

Semoga momen kekeluargaan ini menjadi inspirasi bagi semua rakyat Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan saling menghormati. Karena pada akhirnya, Indonesia hanya bisa maju jika seluruh rakyatnya saling mendukung dan bersama-sama membangun negeri tercinta ini.