Kalimantan Selatan – Setelah beberapa hari bungkam pasca-insiden yang melibatkan kapal motor penumpang (KMP) Tunu Jaya Pratama, pemilik kapal akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada media pada Jumat (5/7), pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menegaskan komitmen mereka untuk bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penumpang, keluarga, dan pihak terkait atas insiden yang terjadi. Ini adalah tanggung jawab kami dan kami tidak akan lari,” ujar H. Ramli, pemilik KMP Tunu Jaya Pratama, dalam konferensi pers singkat di Banjarmasin.
Insiden yang dimaksud terjadi pada awal pekan ini, ketika KMP Tunu Jaya Pratama mengalami gangguan teknis saat berlayar di perairan Tanah Laut. Kapal dilaporkan sempat berhenti mendadak di tengah perjalanan, memicu kekhawatiran penumpang. Meski tidak ada korban jiwa, beberapa penumpang dilaporkan mengalami trauma ringan.
Pihak perusahaan mengaku telah menurunkan tim investigasi internal untuk mengevaluasi penyebab pasti gangguan, serta bekerja sama dengan pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan setempat untuk proses evaluasi keselamatan.
“Kami akan memperbaiki semua sistem yang bermasalah dan memastikan hal serupa tidak terulang. Keselamatan penumpang adalah prioritas utama,” tambah H. Ramli.
Sebagai bentuk tanggung jawab, manajemen KMP Tunu Jaya Pratama juga akan memberikan kompensasi kepada seluruh penumpang yang terdampak, serta menyediakan layanan psikologis bagi mereka yang mengalami trauma.
Sementara itu, pihak Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik itikad baik dari perusahaan dan akan terus melakukan pengawasan agar operasional kapal ke depan sesuai standar keselamatan maritim.