Jakarta — Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali menyoroti kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilainya tengah mengalami kemunduran. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan dalam forum diskusi publik pada akhir pekan ini, Anies mempertanyakan arah demokrasi bangsa, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap perkembangan politik nasional.
“Hari ini kita menyaksikan banyak tanda-tanda kemunduran demokrasi. Pertanyaannya, akankah kita biarkan hal ini terjadi di Indonesia?” ujar Anies di hadapan peserta forum yang digelar di Jakarta, Sabtu (13/7).
Anies menyebut bahwa demokrasi Indonesia yang selama dua dekade terakhir dibangun dengan penuh perjuangan kini menghadapi berbagai tantangan serius. Ia menyoroti sejumlah indikasi kemunduran seperti melemahnya lembaga-lembaga independen, pembatasan kebebasan berekspresi, serta menguatnya dominasi kekuasaan yang mengabaikan prinsip check and balance.
“Demokrasi bukan sekadar prosedur lima tahunan. Demokrasi hidup dari keterbukaan, dari keberanian bersuara, dan dari jaminan bahwa semua warga punya kesempatan yang setara,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies dalam konteks meningkatnya kekhawatiran publik terhadap praktik politik yang dinilai tidak lagi mencerminkan semangat reformasi. Ia juga menyinggung fenomena politik dinasti dan kecenderungan otoritarianisme yang menurutnya harus diwaspadai oleh seluruh elemen masyarakat.
Anies kemudian mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih peduli terhadap proses demokratisasi. Ia menekankan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya tanggung jawab elit politik, tetapi merupakan tugas seluruh rakyat Indonesia.
“Kalau kita diam saja, maka demokrasi akan perlahan-lahan mati. Demokrasi tidak selalu dibunuh oleh kekerasan, tetapi sering kali mati karena pembiaran,” pungkasnya.
Pernyataan Anies ini mendapat beragam tanggapan dari publik, terutama di media sosial, di mana banyak netizen yang menyuarakan kekhawatiran serupa. Beberapa pengamat politik menilai pernyataan tersebut sebagai refleksi dari kegelisahan masyarakat terhadap arah perjalanan demokrasi Indonesia menjelang dan pasca pemilu.