Solo, 24 Juli 2025 — Nama Dian Sandi Utama, kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) asal Lombok, disebut langsung oleh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemeriksaan kasus dugaan ijazah palsu yang digelar di Mapolrestabes Solo pada Selasa, 23 Juli 2025.
Penyebutan nama Dian terjadi saat Jokowi menjelaskan kepada penyidik mengenai peredaran foto ijazah sarjana miliknya yang beredar di media sosial beberapa bulan lalu. Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan perintah ataupun izin kepada siapa pun, termasuk Dian Sandi, untuk mengunggah dokumen tersebut ke publik.
“Saya tidak pernah memerintahkan Mas Dian, ataupun siapa pun, untuk menyebarkan foto ijazah saya,” tegas Jokowi dalam keterangannya kepada penyidik.
Unggahan yang dimaksud merujuk pada foto ijazah S1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dibagikan oleh Dian Sandi Utama di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) pada tanggal 1 April 2025. Postingan tersebut menuai perhatian luas di tengah isu dugaan pemalsuan ijazah yang dilontarkan sejumlah pihak terhadap Jokowi.
Dalam klarifikasinya kepada media, Dian menyatakan bahwa unggahan itu merupakan inisiatif pribadi, bukan hasil permintaan Jokowi, Kaesang Pangarep (Ketua Umum PSI), ataupun pihak UGM.
“Saya mendapatkan foto ijazah itu dari seorang teman, bukan dari Pak Jokowi. Itu murni inisiatif pribadi saya untuk membela beliau,” ujar Dian dalam wawancara dengan Kompas TV.
Dian juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan tersebut, yang dinilainya dilakukan secara emosional dan spontan karena merasa Jokowi disudutkan tanpa dasar kuat.
Meski mengakui kesalahannya dalam mengunggah dokumen resmi tanpa izin, Dian tetap menunjukkan dukungan terhadap Jokowi dan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Ia menyatakan bahwa sejak awal, Jokowi menunjukkan konsistensi dan keterbukaan dalam memberikan keterangan kepada penyidik.
Salah satu poin penting yang dijelaskan Jokowi kepada penyidik adalah mengenai sosok Pak Kasmudjo, yang merupakan dosen pembimbing skripsi Jokowi di UGM. Nama ini sempat disorot dalam polemik ijazah, namun telah dikonfirmasi oleh pihak UGM sebagai dosen aktif pada masa tersebut.
Penyebutan nama Dian dalam pemeriksaan Jokowi menimbulkan berbagai reaksi di media sosial. Sebagian menilai Dian bertindak gegabah, sementara lainnya memuji kejujurannya mengakui kesalahan dan tetap memberi dukungan hukum secara konstitusional.
Pihak kepolisian belum menyampaikan apakah Dian Sandi akan dimintai keterangan lebih lanjut sebagai saksi dalam kasus ini. Namun, sumber dari Polrestabes Solo menyebut bahwa penelusuran asal dokumen tetap menjadi bagian dari penyelidikan.