Jakarta, 1 Agustus 2025 – Isu pergantian Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra makin menguat setelah beredarnya kabar bahwa Ahmad Muzani akan digeser dari posisinya. Spekulasi ini semakin memanas seiring keluarnya Surat Keputusan (SK) struktur kepengurusan baru yang disebut-sebut sudah berada di tangan elite partai.
Menurut sumber internal Gerindra, SK tersebut mencantumkan nama pengganti Sekjen. Namun, hingga saat ini nama yang akan menggantikan Muzani masih dirahasiakan. “SK-nya sudah ditandatangani, tapi kami belum dapat memastikan siapa yang akan menempati posisi itu,” ujar seorang anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra yang enggan disebut identitasnya.
Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Harian DPP Gerindra, enggan menjawab secara langsung ketika dikonfirmasi. Dasco hanya meminta publik menunggu pernyataan resmi dari Ahmad Muzani. “Silakan menanyakan langsung kepada Pak Muzani. Saya belum bisa memberikan komentar lebih jauh,” kata Dasco di Gedung DPR RI, Kamis (1/8).
Pengamat politik menilai bahwa langkah partai dalam menyiapkan SK baru tanpa klarifikasi publik dapat menimbulkan ketidakpastian. “Diamnya elite Gerindra memicu asumsi ada manuver politik di balik layar, mungkin terkait persiapan pemenangan Pemilu 2029,” kata Dr. Ria Purnama, dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, Ahmad Muzani belum memberikan tanggapan resmi. Sejumlah kader Gerindra berharap kepastian segera diberikan agar fokus partai tidak terpecah oleh isu internal.