Minsk, 14 Agustus 2025 – Kementerian Pertahanan Belarusia mengumumkan rencana latihan militer strategis berskala besar bertajuk “Barat-2025” yang akan digelar bersama Rusia pada 12–16 September 2025. Latihan ini akan melibatkan simulasi penggunaan senjata nuklir dan pengoperasian sistem pertahanan udara canggih Oreshnik.
Kronologis Perkembangan
Awal Agustus 2025
Pemerintah Belarusia bersama mitra militernya, Rusia, mulai merampungkan persiapan “Barat-2025”. Dokumen strategi operasi gabungan dan skenario latihan diselesaikan.14 Agustus 2025
Menteri Pertahanan Belarusia, Letnan Jenderal Viktor Khrenin, secara resmi mengumumkan bahwa latihan akan dilaksanakan dalam dua tahap utama.Tahap Pertama (12–14 September 2025)
Fokus pada koordinasi komando dan perencanaan strategi untuk merespons agresi eksternal. Termasuk skenario serangan rudal terhadap infrastruktur strategis dan upaya pertahanan udara menggunakan sistem Oreshnik.Tahap Kedua (15–16 September 2025)
Simulasi pembebasan wilayah yang dianggap “terduduki” oleh musuh. Setelah itu dilanjutkan dengan operasi stabilisasi pasca-konflik, termasuk pengendalian keamanan, penyaluran bantuan kemanusiaan, dan pemulihan infrastruktur.
Sikap Resmi Pemerintah Belarusia
Khrenin menegaskan bahwa latihan ini bukanlah langkah mendadak atau provokasi, melainkan bagian dari siklus latihan dua tahunan. Ia menambahkan bahwa meski Belarusia berpegang pada prinsip perdamaian, kesiapsiagaan militer adalah kewajiban nasional.
Kritik terhadap NATO
Dalam pernyataannya, Khrenin mengkritik rencana negara-negara NATO, khususnya Polandia, yang disebut tengah mempersiapkan pengerahan 30.000–34.000 personel militer sebagai respons terhadap latihan ini. Menurutnya, langkah tersebut justru memperburuk ketegangan kawasan.
Tentang Sistem Oreshnik
Oreshnik merupakan sistem komando dan kendali pertahanan udara jarak jauh yang mampu mendeteksi, melacak, dan mengoordinasikan penembakan terhadap sasaran udara maupun rudal balistik. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai unit radar, peluncur rudal, dan pesawat tempur dalam satu jaringan pertahanan terpadu.
Dampak Geopolitik
Latihan ini dinilai sebagai salah satu unjuk kekuatan terbesar Belarusia dalam satu dekade terakhir, di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan NATO. Penggunaan simulasi senjata nuklir dipandang sebagai sinyal politik kepada Barat bahwa Moskow dan Minsk siap meningkatkan eskalasi jika terjadi konflik langsung.