MOSKWA, 14 Agustus 2025 – Rusia mengklaim telah merebut wilayah seluas 110 kilometer persegi dari Ukraina hanya dalam kurun waktu 24 jam pada 12 Agustus 2025. Menurut analisis Institute for the Study of War (ISW), pencaplokan ini menjadi yang terbesar dan tercepat sejak Mei 2024.
Biasanya, pasukan Moskwa membutuhkan waktu lima hingga enam hari untuk merebut wilayah dengan luas serupa. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, kecepatan operasi militer Rusia menunjukkan peningkatan signifikan, menandakan adanya perubahan strategi atau dukungan logistik yang lebih kuat di garis depan.
Di tengah perkembangan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan bertemu di Alaska pada 15 Agustus 2025. Pertemuan ini dipandang sebagai momen diplomatik yang dapat memengaruhi arah konflik di Eropa Timur, mengingat skala pertempuran yang kembali memanas.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui kemajuan pasukan Rusia yang mendekat hingga jarak 10 kilometer dari kota Dobropillia. Kendati demikian, Kyiv menegaskan tekadnya untuk melawan. “Kami akan segera menghancurkan mereka,” ujar Zelensky, menyiratkan rencana serangan balasan dalam waktu dekat.
Pencaplokan wilayah ini menambah tantangan bagi Ukraina yang sejak awal tahun 2025 terus berusaha mempertahankan garis pertahanannya di tengah keterbatasan dukungan militer dari negara-negara Barat.