Subang, BeritaIndonesia.news – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menunjukkan gaya kepemimpinan yang produktif, pro rakyat, dan berintegritas tinggi. Ia turun langsung mengawasi pembangunan pabrik mobil listrik BYD di Subang, proyek besar yang kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan mulai produksi pada tahun depan.
Pabrik BYD ini digadang-gadang akan menjadi tonggak penting dalam transformasi industri otomotif nasional menuju era kendaraan ramah lingkungan. Investasi raksasa ini diyakini membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan roda perekonomian Jawa Barat, khususnya di kawasan Rebana Metropolitan.
Namun, di balik optimisme itu, Gubernur Dedi tetap waspada pada dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan. Salah satu isu utama adalah hilangnya lahan sawah produktif akibat pembangunan pabrik. Bagi Dedi, pembangunan tidak boleh mengorbankan rakyat kecil, terutama para petani.
Tegas soal Kompensasi Lahan
Dalam keterangannya, Dedi menegaskan bahwa pihak investor wajib mengganti lahan sawah yang terdampak hingga tiga kali lipat di lokasi lain. Aturan ini bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak demi menjaga keseimbangan pembangunan dan ketahanan pangan daerah.
“Investasi boleh berjalan, tapi jangan sampai petani kehilangan sumber penghidupannya. Sawah yang hilang harus diganti, bahkan lebih luas. Itu demi rakyat,” tegasnya.
Indramayu Jadi Solusi Baru
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jawa Barat tengah menyiapkan pembukaan lahan baru di Indramayu. Rencananya, lahan tersebut akan dikembangkan menjadi daerah irigasi teknis, sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian dalam jangka panjang. Dengan begitu, petani tidak hanya mendapat kompensasi, tetapi juga fasilitas yang lebih baik untuk bercocok tanam.
Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis yang menggabungkan kepentingan investasi dengan ketahanan pangan nasional, sekaligus memberi kepastian bahwa pembangunan tidak meninggalkan rakyat di belakang.
Pro Rakyat dan Anti Korupsi
Pengawasan ketat Gubernur Dedi juga dipandang sebagai cerminan kepemimpinan yang anti korupsi dan transparan. Ia memastikan proyek besar berjalan sesuai aturan tanpa ada celah penyalahgunaan wewenang. Dengan gaya kepemimpinan yang tegas namun berpihak pada rakyat, Dedi Mulyadi kembali menegaskan posisinya sebagai sosok pemimpin daerah yang berani menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.