Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img
HomeNewsPerang Teknologi Memanas: Tiongkok Blokir Konsultan Kanada Pembongkar Chip Huawei

Perang Teknologi Memanas: Tiongkok Blokir Konsultan Kanada Pembongkar Chip Huawei

BEIJING — Ketegangan dalam perang teknologi global kembali meningkat. Pemerintah Tiongkok resmi memblokir perusahaan konsultan asal Kanada, TechInsights, setelah lembaga tersebut mempublikasikan hasil pembongkaran chip buatan Huawei yang menunjukkan masih digunakannya komponen dari luar negeri di tengah sanksi ekspor Amerika Serikat.

Langkah itu menandai babak baru persaingan antara Tiongkok dan Barat dalam perebutan dominasi industri semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).

Laporan yang Memicu Kontroversi

Persoalan bermula dari laporan bertajuk Huawei Ascend 910B Teardown yang dirilis TechInsights, perusahaan riset teknologi berbasis di Kanada.
Dalam analisisnya, lembaga tersebut menemukan bahwa chip Ascend 910B milik Huawei masih mengandung teknologi dan komponen dari sejumlah negara lain seperti TSMC (Taiwan) untuk litografi semikonduktor, Samsung (Korea Selatan) sebagai pemasok memori, serta SK Hynix (Korea Selatan) untuk modul DRAM berkecepatan tinggi.

Temuan itu mengejutkan banyak pihak karena Huawei sejak 2019 berada di bawah sanksi ekspor teknologi tinggi dari Amerika Serikat, yang semestinya membatasi akses perusahaan Tiongkok terhadap komponen canggih tersebut.

Beijing Bertindak Cepat

Pada 9 Oktober 2025, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengumumkan bahwa TechInsights dimasukkan ke dalam “Unreliable Entity List”, daftar hitam bagi perusahaan asing yang dianggap mengancam keamanan nasional atau kepentingan strategis Tiongkok.

Konsekuensinya, seluruh entitas di Tiongkok dilarang bertransaksi, berkomunikasi, atau berbagi data dengan TechInsights. Aset dan kerja sama perusahaan tersebut di Tiongkok dibekukan, sementara para mitra lokalnya kini berada dalam pengawasan ketat otoritas perdagangan.

Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebut langkah itu diambil karena aktivitas TechInsights dinilai “melanggar regulasi dengan mempublikasikan data komponen strategis perusahaan Tiongkok tanpa izin resmi”.

Huawei dan Isu Sensitivitas Nasional

Chip Ascend 910B yang dibongkar TechInsights bukan sekadar produk teknologi, tetapi juga simbol kebangkitan industri semikonduktor Tiongkok.
Chip tersebut dikembangkan oleh HiSilicon, anak perusahaan Huawei, dan selama ini dijadikan bukti keberhasilan Tiongkok membangun kemandirian teknologi di tengah tekanan Barat.

Publikasi laporan teardown itu dianggap merusak citra nasional Huawei. Media milik pemerintah seperti Global Times menulis bahwa TechInsights “mengabdi pada kepentingan geopolitik Barat untuk melemahkan industri Tiongkok.”

Reaksi Kanada dan Negara Barat

Pemerintah Kanada menilai keputusan Beijing sebagai tindakan yang “tidak proporsional dan mengancam transparansi global di bidang riset teknologi.”
Sementara Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jepang menilai langkah Tiongkok sebagai bagian dari retaliasi non-ekonomi terhadap perusahaan asing yang beroperasi di sektor analisis teknologi tinggi.

Sejumlah lembaga riset di Amerika Serikat memperingatkan bahwa pemblokiran ini dapat menghambat akses dunia terhadap informasi independen mengenai kemajuan teknologi Tiongkok.
“Langkah ini bisa membuat perkembangan teknologi di Tiongkok semakin gelap dan sulit diverifikasi,” tulis laporan dari Reuters Tech Review.

Babak Baru Perang Chip Dunia

Kasus TechInsights menjadi bagian dari eskalasi panjang perang chip global.
Dalam dua tahun terakhir, Amerika Serikat memperketat larangan ekspor chip AI dan peralatan litografi ke Tiongkok, sementara Belanda melalui perusahaan ASML menolak mengirim mesin EUV yang diperlukan untuk memproduksi chip 5 nanometer ke pabrikan Tiongkok.

Sebagai balasan, Beijing membatasi ekspor bahan baku penting seperti gallium dan germanium, dua unsur vital dalam pembuatan chip canggih.
Pemblokiran TechInsights menegaskan bahwa Tiongkok kini menganggap transparansi teknologi sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional.

Dampak Global dan Regional

Langkah ini menimbulkan efek domino di berbagai sektor:

  • Perusahaan riset independen kini berhati-hati membongkar produk buatan Tiongkok.

  • Rantai pasok teknologi global semakin terfragmentasi antara blok Barat dan Tiongkok.

  • Kanada dan AS disebut tengah menyiapkan protes resmi ke WTO atas dugaan diskriminasi perdagangan.

  • Di pasar saham, harga saham pemasok chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix sempat berfluktuasi akibat sentimen negatif dari keputusan Beijing.

Media di Indonesia seperti Jawa Pos, Kompas, dan CNBC Indonesia menilai langkah ini sebagai “eskalasi simbolik perang teknologi” yang dapat berimbas ke Asia Tenggara.
Banyak industri digital di kawasan ini, termasuk startup dan pabrik perakitan perangkat elektronik, bergantung pada produk Huawei dan chip impor dari Tiongkok.
Jika rantai pasok terganggu, Indonesia yang sedang memperkuat ekosistem digital nasional bisa terkena imbasnya.

Penutup

Kasus pemblokiran TechInsights bukan sekadar sengketa diplomatik antara Tiongkok dan Kanada, melainkan simbol perang narasi dan kendali informasi dalam industri teknologi global.

“Dunia kini menyaksikan perang baru, bukan dengan peluru, tapi dengan data, silikon, dan sanksi,”
ujar seorang analis teknologi dalam laporan South China Morning Post.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here