Jakarta — Pengakuan mengejutkan datang dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam sebuah pernyataan publik, Luhut mengakui bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCIC) “memang sudah bermasalah sejak awal”.
“Barang ini sudah busuk sejak awal,” ujar Luhut, merujuk pada berbagai kendala teknis, keuangan, dan manajerial yang melilit proyek tersebut. Pernyataan itu menjadi sorotan karena Luhut sendiri adalah sosok yang sejak awal terlibat langsung dalam komunikasi dan negosiasi dengan pihak investor dari China.
Menurut catatan resmi, Luhut ditugaskan Presiden Joko Widodo pada 2015 untuk memimpin komunikasi dengan pemerintah China dan konsorsium investor terkait pembiayaan proyek KCIC. Ia terlibat dalam pembahasan skema pinjaman, suku bunga, dan mekanisme pembagian risiko antara pemerintah Indonesia dan pihak Tiongkok.
Namun kini, setelah proyek tersebut rampung dengan berbagai pembengkakan biaya dan beban utang yang menekan APBN, Luhut mengakui bahwa banyak kesalahan telah terjadi sejak perencanaan awal. Ia menilai keputusan strategis di masa lalu dilakukan dengan tekanan waktu dan tanpa kajian menyeluruh terhadap keberlanjutan proyek.
Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan publik, bagaimana bisa seorang pejabat yang menjadi ujung tombak komunikasi dengan investor asing. Lalu kini menyebut proyek itu “sudah busuk sejak awal”?. Kritik pun mengalir dari berbagai pihak yang menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk lepas tanggung jawab terhadap keputusan yang turut ia jalankan.
Sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional di pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto, Luhut kini kembali memegang peran strategis dalam pengambilan keputusan ekonomi nasional. Namun, pengakuannya terkait KCIC membuka kembali perdebatan lama tentang transparansi, tata kelola, dan akuntabilitas proyek infrastruktur berskala besar di Indonesia.
Sementara itu, publik menanti langkah nyata pemerintah dalam mengevaluasi proyek KCIC. Jadi bukan sekadar pernyataan retrospektif—untuk memastikan agar kesalahan serupa tidak terulang dalam proyek strategis nasional berikutnya.








Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks! https://accounts.binance.com/pt-BR/register-person?ref=GJY4VW8W