Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img
HomeNewsLuhut: Whoosh ‘Sudah Busuk’, Mahfud "KPK Jangan Menunggu Lagi", Publik Bertanya Apakah...

Luhut: Whoosh ‘Sudah Busuk’, Mahfud “KPK Jangan Menunggu Lagi”, Publik Bertanya Apakah KPK Bukan Lagi Penegak Hukum?

Jakarta – Dua tokoh penting republik, Luhut Binsar Pandjaitan dan Mahfud MD, melontarkan pernyataan tajam yang menyorot proyek kereta cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).
Luhut menyebut proyek itu “sudah busuk sejak awal”, sementara Mahfud menegaskan KPK tak perlu menunggu laporan untuk menindak dugaan mark up yang sudah terang di ruang publik.
Namun hingga kini, belum ada langkah hukum nyata dari KPK.

Mahfud: “KPK Tak Perlu Menunggu Laporan”

Melalui akun X (Twitter) pribadinya, @mohmahfudmd, Sabtu (18/10/2025), Mahfud menilai aneh sikap KPK yang meminta dirinya membuat laporan resmi terkait dugaan mark up proyek Whoosh.

“Agak aneh ini, KPK meminta saya melapor tentang dugaan mark up Whoosh. Dalam hukum pidana, jika ada informasi tentang dugaan peristiwa pidana mestinya aparat penegak hukum langsung menyelidiki, bukan minta laporan,” tulis Mahfud.

Ia menekankan, lembaga antikorupsi itu seharusnya proaktif, bukan menunggu bola. Apalagi, informasi mengenai pembengkakan biaya proyek Whoosh sudah menjadi konsumsi publik dan diperbincangkan luas di media.

Luhut: “Proyek Ini Sudah Busuk Sejak Awal”

Dalam wawancara terbaru yang beredar di berbagai kanal media daring, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui kondisi proyek kereta cepat yang menimbulkan utang hingga Rp116 miliar.
Namun kalimat paling mengguncang adalah pengakuannya bahwa proyek tersebut “sudah busuk sejak awal.”

Makna Politik di Balik Kata “Busuk”

Pernyataan itu tak bisa dibaca sekadar teknis, tetapi retorika politik yang sarat makna.
Ada dua tafsir besar yang muncul:

  1. Pengakuan kegagalan besar proyek strategis nasional.
    Ungkapan “busuk sejak awal” menegaskan bahwa dari tahap perencanaan hingga pembiayaan, proyek Whoosh memang bermasalah dan rawan penyimpangan.

  2. Strategi menjaga jarak dari tanggung jawab langsung.
    Dengan menyebut “sudah busuk sejak awal”, Luhut secara implisit bisa dianggap sedang mengalihkan posisi — bukan sebagai penyebab, melainkan penemu kerusakan lama.
    Ini menjadi manuver politik untuk mencuci tangan dari kesalahan struktural yang diwarisi dari fase sebelumnya.

Dua Suara, Satu Pesan

Meski datang dari dua latar berbeda, ucapan Luhut dan Mahfud menyampaikan pesan yang sama:
ada sesuatu yang tidak beres dalam tata kelola proyek Whoosh.
Jika seorang menteri senior menyebut “busuk”, dan mantan Menko Polhukam menilai “harusnya sudah diselidiki”, maka alasan KPK untuk diam menjadi semakin lemah.

Penutup

Proyek yang dulu dijanjikan sebagai simbol kemajuan kini berubah menjadi simbol pertanyaan besar tentang transparansi dan keberanian hukum.
Publik kini menunggu, bukan siapa yang bicara lebih keras — tetapi siapa yang akhirnya berani bertindak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here