| Aspek Pencatatan | Bank Indonesia (BI) | Pemda / Kemendagri |
|---|---|---|
| Jenis Dana yang Dihitung | Semua saldo di rekening atas nama pemerintah daerah, termasuk: – Giro – Tabungan – Deposito |
Hanya dana aktif di rekening Kas Daerah (rekening operasional harian) |
| Tujuan Pencatatan | Menilai likuiditas pemerintah daerah dan potensi idle fund di sistem perbankan | Menilai kesiapan anggaran dan realisasi belanja daerah |
| Contoh Kasus (angka simulatif) | Total saldo Pemda di perbankan: Rp 278 triliun (termasuk deposito proyek Rp 90T, tabungan cadangan Rp 60T, kas aktif Rp 128T) |
Dana aktif di kas daerah: Rp 128 triliun (tidak menghitung deposito & tabungan cadangan) |
| Interpretasi BI | “Dana mengendap” karena belum ditarik ke kas aktif atau belum digunakan belanja | Tidak dianggap mengendap, karena sebagian adalah dana proyek yang sedang berjalan |
| Penyebab Perbedaan | BI mencatat berdasarkan posisi saldo di bank | Pemda menghitung berdasarkan realisasi anggaran |
| Kesimpulan | Perbedaan bukan karena kesalahan data, tapi perbedaan definisi dan ruang lingkup pencatatan. |
📊 Tabel Perbandingan Dana Pemda Mengendap di Bank (per September–Oktober 2025)
| Provinsi | Versi BI (Rp Triliun) | Versi Pemda/Kemendagri (Rp Triliun) | Selisih (Rp Triliun) | Keterangan / Penjelasan Awal |
|---|---|---|---|---|
| Jawa Barat | 4,17 | 2,60 | 1,57 | BI menghitung seluruh simpanan giro + deposito; Pemda hanya hitung rekening kas aktif. |
| DKI Jakarta | 14,6 | 14,6 | 0,0 | Data sama; DKI sudah sinkron dengan BI. |
| Jawa Tengah | 11,8 | 10,5 | 1,3 | Sebagian dana proyek masih parkir di rekening giro. |
| Jawa Timur | 13,2 | 12,0 | 1,2 | Dana bagi hasil dan belanja hibah belum dicairkan. |
| Sumatera Utara | 9,5 | 8,1 | 1,4 | Perbedaan waktu pencatatan realisasi belanja. |
| Riau | 8,4 | 7,2 | 1,2 | Dana cadangan dan deposito Pemda masih aktif di bank daerah. |
| Kalimantan Timur | 7,9 | 6,8 | 1,1 | Dana proyek IKN belum terserap penuh. |
| Bali | 3,5 | 3,0 | 0,5 | Dana BTT (Belanja Tidak Terduga) masih tercatat di BI. |
| Sulawesi Selatan | 6,2 | 5,4 | 0,8 | Perbedaan laporan belanja hibah dan bansos. |
| Papua Tengah & Pegunungan | 2,9 | 2,3 | 0,6 | Rekening khusus transfer otonomi baru belum tersinkron. |
| Total Nasional | 233,97 | 215,00 | ≈18,97 | Selisih agregat nasional antara data BI dan Kemendagri. |
🧭 Analisis Singkat
-
BI mencatat seluruh saldo yang masih berada di rekening perbankan atas nama pemerintah daerah (baik giro, tabungan, maupun deposito).
-
Pemda/Kemendagri hanya menghitung dana yang aktif digunakan dalam rekening kas daerah — jadi dana proyek, cadangan, atau deposito yang belum ditarik tidak dianggap “mengendap”.
-
Selisih ±Rp 18 triliun muncul karena perbedaan definisi dan waktu pencatatan antara dua lembaga.
-
Tidak ada indikasi kesalahan fatal, namun menunjukkan kurangnya sinkronisasi data dan transparansi laporan real-time.








Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.