Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img
HomeNewsEmpat Kepala Dinas Pemprov Sumut Mundur di Era Bobby Nasution, Ini Alasannya

Empat Kepala Dinas Pemprov Sumut Mundur di Era Bobby Nasution, Ini Alasannya

Medan, 23 Oktober 2025 — Gelombang pengunduran diri pejabat tinggi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kembali menjadi sorotan publik. Hingga Oktober 2025, tercatat empat kepala dinas mengundurkan diri di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution.

Empat pejabat tersebut adalah Ilyas Sitorus (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika), Muhammad Rahmadani Lubis (Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah), Hasmirizal Lubis (Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman), serta Rajali (Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura).

Ilyas Sitorus menjadi pejabat pertama yang menyatakan mundur pada 24 Maret 2025. Keputusan itu disebut dilakukan secara pribadi tanpa tekanan pihak mana pun. Ia dikenal sebagai pejabat yang cukup lama berkarier di birokrasi Sumut dan memilih mundur setelah masa jabatan lebih dari dua tahun.

Selanjutnya, Muhammad Rahmadani Lubis dari Badan Keuangan dan Aset Daerah mengajukan pengunduran diri pada 19 Mei 2025. Ia tidak menjelaskan alasan secara terbuka, namun disebut ingin fokus pada urusan keluarga.

Hasmirizal Lubis mengikuti jejak tersebut pada awal Oktober 2025. Dalam surat pengunduran dirinya, ia menyebut alasan pribadi untuk lebih fokus pada keluarga. Langkahnya diikuti oleh Rajali, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura, yang mundur pada 20 Oktober 2025 karena alasan kesehatan.

Menanggapi gelombang pengunduran diri itu, pihak Pemprov Sumut menyatakan bahwa keputusan para pejabat tersebut bersifat sukarela dan tidak berkaitan dengan tekanan politik atau konflik internal. “Mereka mundur dengan alasan pribadi. Tidak ada pemecatan ataupun paksaan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sumut, sebagaimana dikutip DetikSumut.

Kendati demikian, muncul berbagai spekulasi di kalangan publik mengenai dinamika internal di bawah kepemimpinan Bobby Nasution. Beberapa pengamat menilai, intensitas perubahan manajerial di tubuh Pemprovsu menunjukkan upaya penataan ulang birokrasi. Namun, bila tidak dikelola dengan baik, gelombang pengunduran diri pejabat strategis dapat mengganggu stabilitas kinerja pemerintahan daerah.

Empat pengunduran diri dalam waktu kurang dari setahun menjadi catatan penting bagi Gubernur Bobby Nasution dalam membangun sistem birokrasi yang solid dan berkelanjutan di Sumatera Utara.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here