Gorontalo — Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat sektor peternakan melalui program Inseminasi Buatan (IB) gratis bagi peternak sapi. Langkah ini menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik sapi potong di daerah, sekaligus mendukung kemandirian pangan hewani nasional.
Program IB tersebut kini dijalankan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wonggahu, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Melalui layanan gratis, para peternak dapat menghemat biaya perkawinan ternak yang sebelumnya cukup tinggi. Selain itu, inseminasi buatan dinilai lebih efektif dibandingkan perkawinan alami karena mampu mengendalikan kualitas bibit serta meminimalkan risiko penyakit reproduksi pada sapi.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Gorontalo, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa tingkat keberhasilan program IB di daerah ini terus menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data lapangan, rasio S/C (service per conception) — yakni jumlah inseminasi yang dibutuhkan hingga seekor sapi bunting — berada pada kisaran 1,44–1,50. Artinya, sebagian besar sapi betina dapat bunting hanya dalam satu hingga dua kali inseminasi.
Sementara itu, Non Return Rate (NRR) atau tingkat sapi yang tidak kembali birahi setelah dilakukan IB tercatat sekitar 66 persen, sedangkan Conception Rate (CR) atau tingkat kebuntingan mencapai 54,78 persen. Angka ini dinilai cukup tinggi dibandingkan rata-rata nasional, yang berkisar di bawah 50 persen untuk beberapa wilayah.
Pemerintah daerah menilai hasil tersebut sebagai bukti keberhasilan kolaborasi antara petugas lapangan, inseminator, dan para peternak. Selain untuk meningkatkan populasi sapi, program ini juga berperan penting dalam memperbaiki mutu genetik ternak lokal agar lebih produktif dan adaptif terhadap kondisi iklim Gorontalo.
“Tujuan akhirnya adalah kemandirian daging sapi. Dengan bibit unggul dan tingkat kebuntingan tinggi, Gorontalo bisa menjadi salah satu daerah penyangga daging nasional,” ujar salah satu pejabat dinas.
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif peternak, Provinsi Gorontalo optimistis dapat mewujudkan peningkatan populasi sapi yang berkelanjutan, menjadikan daerah ini sebagai salah satu pusat pengembangan peternakan sapi unggul di kawasan timur Indonesia.







