Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam pangan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menurut Prabowo, penggunaan AI di sektor pertanian telah menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian swasembada beras dan jagung, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan nasional.
Dalam pidatonya di APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) yang digelar di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia kini tengah mengembangkan sistem pertanian presisi berbasis teknologi. Dengan sistem ini, penggunaan pupuk, air, serta pola tanam bisa diatur lebih efisien melalui analisis data dan sensor berbasis AI.
“Kami kini menggunakan AI di sektor pertanian untuk mengembangkan teknik pertanian yang presisi dan modern. Hal ini telah memungkinkan kami mencapai swasembada dalam produksi beras dan jagung,” ujar Prabowo seperti dikutip dari detikFinance, Minggu (2/11/2025).
Prabowo juga menilai bahwa penerapan teknologi ini tidak hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara di kawasan Pasifik yang menghadapi tantangan serupa dalam ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Ia mendorong agar kerja sama regional dalam inovasi pertanian digital diperkuat, sehingga manfaat AI dapat dirasakan secara luas oleh petani dan masyarakat pedesaan.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai klaim swasembada pangan perlu diuji lebih lanjut melalui data produksi dan impor resmi. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia masih melakukan impor beras dan jagung dalam jumlah tertentu untuk menutup kekurangan pasokan.
Namun demikian, langkah pemerintah mengadopsi AI dinilai sebagai arah baru modernisasi sektor pertanian. Dengan teknologi tersebut, produktivitas lahan diharapkan meningkat, biaya produksi dapat ditekan, dan kesejahteraan petani bisa lebih terjamin.
Melalui kebijakan ini, Prabowo menegaskan visinya bahwa kemandirian pangan bukan sekadar slogan, melainkan program nyata yang dapat dicapai dengan dukungan inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
“AI bukan sekadar teknologi masa depan, tetapi alat strategis untuk memastikan rakyat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan,” tegasnya.








Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.