Jakarta — Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali jadi sorotan publik. Kali ini bukan karena pembiayaan atau bunga utang, melainkan karena gangguan teknis yang membuat salah satu rangkaian kereta mogok di tengah perjalanan.
Insiden ini dialami oleh seorang penumpang bernama Dedi Kurnia, yang menceritakan pengalamannya kepada Tempo. Menurut Dedi, kereta yang ia tumpangi berangkat dari Stasiun Halim pukul 18.00 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Tegalluar pukul 18.47 WIB, pada Rabu malam (6 November 2025). Namun sekitar pukul 18.35 WIB, kereta mendadak berhenti di rel layang dekat Stasiun Padalarang.
“Sejak dari Stasiun Padalarang posisi kecepatan kereta sudah melambat di 20-an kilometer per jam,” ujar Dedi. “Hingga akhirnya berhenti total dan listrik padam. Hanya sebagian lampu kabin yang menyala.”
Menurut penuturan Dedi, tidak ada penjelasan rinci dari awak Whoosh. Hanya terdengar permohonan maaf melalui pengeras suara, tanpa kehadiran petugas di kabin penumpang. Meski begitu, penumpang tetap tertib dan tidak terjadi kepanikan.
“Tidak ada petugas yang menghampiri penumpang. Hanya penjelasan ringkas dari speaker,” tambahnya. “Sebagai produk baru, cukup mengkhawatirkan jika mulai ada kendala dalam operasional harian.”
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) belum memberikan klarifikasi resmi. Pesan konfirmasi yang dikirim Tempo kepada General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, belum mendapatkan respons.
Sebelumnya, PT KCIC kerap menegaskan bahwa sistem operasi Whoosh telah melalui tahap uji coba panjang dengan dukungan teknologi tinggi dari Tiongkok. Namun kejadian ini menunjukkan bahwa tantangan teknis dalam operasional harian masih perlu diwaspadai — terlebih saat proyek ini menjadi simbol “kebanggaan” transportasi modern Indonesia.
Gangguan ini menambah daftar panjang sorotan terhadap proyek KCJB yang sejak awal diwarnai kontroversi. Selain persoalan pembengkakan biaya (cost overrun) dan beban utang, kini keandalan teknis pun mulai dipertanyakan publik.
Masyarakat berharap PT KCIC segera memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab mogoknya Whoosh, langkah penanganan di lapangan, serta jaminan agar insiden serupa tidak terjadi lagi di masa depan.
Bagi pengguna layanan, kejadian ini menjadi ujian kepercayaan terhadap layanan yang diklaim “super cepat dan super aman” tersebut. Sebab, dengan kecepatan 350 km/jam dan teknologi canggih, Whoosh seharusnya menjadi simbol kemajuan, bukan sumber kekhawatiran baru.







