MEDAN — Aksi begal bersenjata kembali menghantui warga di wilayah hukum Polsek Medan Tembung, Kota Medan. Kali ini, korbannya adalah seorang penarik ojek yang diserang sekelompok pelaku bersenjata tajam jenis parang. Insiden ini menambah panjang daftar kasus kejahatan jalanan di kawasan tersebut yang belum juga menunjukkan penurunan signifikan.
Peristiwa terjadi di kawasan Jl. Letda Sujono, pada malam hari ketika korban sedang mencari penumpang. Tanpa diduga, dua orang pelaku berboncengan sepeda motor mendekat dan langsung mengancam korban dengan parang. Korban yang ketakutan tak sempat melawan dan terpaksa menyerahkan sepeda motornya kepada pelaku yang kemudian melarikan diri ke arah Jl. Pancing.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban hanya bisa menolong setelah pelaku kabur. Kasus ini segera dilaporkan ke Polsek Medan Tembung, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait penangkapan pelaku.
Sejumlah warga menilai lemahnya patroli dan pengawasan di kawasan tersebut menjadi penyebab utama meningkatnya aksi begal. “Hampir tiap minggu ada saja korban. Kami minta polisi lebih sigap, jangan tunggu viral dulu baru bergerak,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Wilayah Medan Tembung memang kerap disebut sebagai salah satu zona rawan begal di Kota Medan. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai kasus serupa dilaporkan—mulai dari perampasan motor, penjambretan, hingga penyerangan terhadap pengemudi ojek online.
Menanggapi keluhan masyarakat, pihak kepolisian menyebut sedang melakukan penyelidikan intensif dan menambah patroli di jam-jam rawan. Namun masyarakat berharap tindakan nyata segera dilakukan agar rasa aman kembali dirasakan warga.
Aksi pembegalan yang terus berulang ini menjadi peringatan keras bagi aparat keamanan agar tidak lengah, sebab setiap kali pelaku lolos, ketakutan rakyat semakin dalam, dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum kian memudar.








Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!