Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img
HomeLife & StyleHealthTidur Sunnah Nabi ﷺ Ternyata Selaras dengan Temuan Medis Modern

Tidur Sunnah Nabi ﷺ Ternyata Selaras dengan Temuan Medis Modern

Jakarta – Posisi tidur yang dianjurkan dalam Islam ternyata tidak hanya baik secara spiritual, tetapi juga selaras dengan temuan ilmiah modern terkait kesehatan jantung dan organ vital. Banyak penelitian menunjukkan bahwa posisi tidur tertentu dapat memengaruhi kualitas tidur, sirkulasi darah, dan risiko gangguan kardiovaskular. Menariknya, posisi yang dianjurkan Nabi ﷺ, yaitu tidur miring ke kanan, memiliki sejumlah manfaat yang kini didukung oleh ilmu kedokteran.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad ﷺ menganjurkan umatnya untuk tidur miring ke kanan dengan tangan kanan di bawah pipi. Posisi ini dianggap sunnah dan membawa sejumlah manfaat, di antaranya membantu tubuh lebih rileks, menjaga ketenangan jiwa, dan secara simbolik “menghadap Allah” saat tidur.

Selain miring ke kanan, Islam tidak melarang tidur miring ke kiri. Namun, tidur tengkurap atau posisi “on the stomach” disebut makruh atau kurang disukai. Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda: “Janganlah kalian tidur tengkurap seperti anjing.” Posisi ini dianggap kurang baik karena menekan organ vital seperti jantung dan paru-paru, serta mengganggu pernapasan dan kenyamanan tidur.

Dari perspektif medis, posisi tidur miring—baik ke kanan maupun kiri—memang memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Tidur miring kanan dapat mengurangi tekanan pada paru-paru dan organ internal, mendukung sirkulasi darah yang lebih lancar, dan menjaga sistem pencernaan tetap optimal. Sementara tidur miring kiri sering direkomendasikan untuk pasien dengan gangguan jantung tertentu karena dapat mengurangi tekanan pada sisi kanan jantung dan meningkatkan aliran darah.

Posisi tidur telentang (supine) juga dianggap aman bagi sebagian besar orang sehat. Namun, bagi mereka yang menderita sleep apnea, posisi ini bisa memperburuk gangguan pernapasan dan berpotensi meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah kardiovaskular. Sementara itu, posisi tengkurap cenderung menimbulkan tekanan tambahan pada organ vital dan berpotensi menurunkan kualitas tidur, sejalan dengan pandangan Islam yang menganggap posisi ini makruh.

Para ahli kesehatan menekankan bahwa meskipun posisi tidur penting, faktor gaya hidup seperti pola makan, olahraga, manajemen stres, dan tidur cukup tetap menjadi penentu utama risiko penyakit jantung. Posisi tidur hanya mendukung kualitas tidur dan kenyamanan, sehingga bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

“Menarik bahwa sunnah tidur miring ke kanan yang diajarkan Nabi ﷺ kini terbukti sejalan dengan saran medis modern. Posisi ini mendukung aliran darah dan mengurangi tekanan pada organ vital,” ujar seorang ahli jantung. “Sementara posisi tengkurap, yang secara syariat dianggap makruh, memang secara ilmiah kurang ideal untuk organ jantung dan paru-paru.”

Dengan keselarasan antara ajaran Islam dan ilmu modern, masyarakat mendapat dua keuntungan sekaligus: menjaga sunnah Nabi ﷺ sekaligus mendukung kesehatan fisik. Posisi tidur yang tepat bisa meningkatkan kualitas tidur, menjaga sistem kardiovaskular, dan memberikan ketenangan tubuh serta pikiran.

Kesimpulannya, tidur miring ke kanan adalah posisi terbaik menurut syariat Islam dan terbukti bermanfaat secara ilmiah, sedangkan posisi tengkurap sebaiknya dihindari. Tidur miring ke kiri juga diperbolehkan dan bisa memiliki manfaat tambahan untuk kesehatan jantung. Dengan menerapkan posisi tidur yang tepat, umat Islam dapat menjalankan sunnah sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara optimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here