Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img
HomeNewsPRABOWO MENGGEMPUR KORUPTOR & ELIT JAKARTA : Umumkan Minta Rakyat Kawal dan...

PRABOWO MENGGEMPUR KORUPTOR & ELIT JAKARTA : Umumkan Minta Rakyat Kawal dan Bantu Berantas Korupsi

BERITAINDONESIA.NEWS — Dalam pidato yang penuh emosi, kemarahan, dan seruan moral yang menggema, Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh pejabat pemerintah, para menteri, kepala badan, dan birokrasi di semua tingkatan. Isinya hanya satu: BERSIHKAN aparat kalian dari korupsi.

Prabowo dengan suara tegas memperingatkan:

“Setiap rupiah diperlukan untuk rakyat. Jangan mencuri uang rakyat!”

Menurutnya, tantangan pembangunan Indonesia saat ini sangat berat. Anggaran banyak bocor, mark up merajalela, dan pengawasan internal sering dibuat tidak berdaya oleh mafia anggaran. Karena itu, ia menegaskan tekadnya:

“Saya bertekad untuk memberantas korupsi dari Indonesia. Tapi saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Saya butuh dukungan kalian.”

Pidato itu disampaikan Prabowo di hadapan para menteri dan pejabat tinggi negara, dan langsung menjadi sorotan karena dianggap salah satu pidato paling keras dan paling jujur sejak ia menjabat sebagai Presiden.

Kemarahan Prabowo Meledak: “Mark up Rp 10 juta dinaikkan 150 kali! Jangan kira saya tidak tahu!”

Dalam pidatonya, Prabowo blak-blakan menyingkap pola korupsi yang ia temui:

  • Harga barang Rp 10 juta

  • Naik 150 kali lipat

  • Semua dilakukan oleh oknum birokrasi yang mengira presiden tidak mengerti.

Dengan suara meninggi, ia menegur langsung:

“Para birokrat, kalau masih ngotot mempermainkan anggaran, mengira kita bodoh semua — jangan kira saya tidak tahu!”

Ini menjadi sinyal politik yang sangat keras bahwa era bermain-main dengan anggaran pusat telah berakhir.

Rakyat Kini Bisa “Melapor Langsung” ke Presiden

Prabowo mengungkapkan bahwa era digital mengubah semuanya. Kini, warga desa bisa langsung mengirim video persoalan mereka ke Presiden tanpa harus melalui jalur birokrasi yang bertele-tele.

“Sekarang ada digital. Rakyat di desa mana pun bisa langsung hubungi saya. Yang capek itu aku!”

Salah satu video itu memperlihatkan anak-anak sekolah di pelosok Sumatera yang harus menyeberangi sungai setiap hari tanpa jembatan—kadang sampai basah kuyup, bahkan bertaruh nyawa saat banjir datang.

Video itu memancing kemarahan dan kesedihan Prabowo.

“Coba itu ditayangkan! Lihat anak-anak itu! Mereka basah, mereka kedinginan, mereka mempertaruhkan nyawa hanya untuk sekolah.”

Ia menegaskan:
“Saya tidak rela anak-anak Indonesia seperti itu!”

Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan

Karena banyaknya laporan langsung dari warga, Prabowo memutuskan membentuk:

SATGAS DARURAT JEMBATAN

Satu tim khusus yang akan mengejar ketertinggalan akses dasar.
Targetnya bukan kecil: 300.000 jembatan di seluruh pelosok.

Prabowo menyebut jumlah itu dengan lantang:

“Kita butuh membangun 300.000 jembatan!”

Termasuk:

  • Jembatan kecil,

  • Jembatan gantung,

  • Jembatan penyeberangan,

  • Jembatan untuk jalan desa terpencil.

Prabowo menegaskan, angka itu nyata dan sedang dirancang.

Mahasiswa Teknik Sipil, TNI, dan Polri Semua Turun ke Desa

Untuk mengejar target tersebut, Prabowo memerintahkan pengerahan lintas lembaga:

1️⃣ Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil

“Saya minta Menteri Dikti untuk kerahkan semua potensi. Semua mahasiswa teknik sipil kita minta terjun ke desa-desa.”

2️⃣ TNI Zeni Konstruksi

“Saya minta TNI kerahkan batalyon-batalyon pembangunan untuk bantu membangun jembatan.”

3️⃣ Polri & Brimob

“Saya minta polisi juga turun. Kompi-kompi Brimob terjunkan bantu rakyat.”

Ini pertama kalinya Prabowo mengumumkan pengerahan besar-besaran mahasiswa dan aparat keamanan untuk proyek infrastruktur pedesaan.

“Hei elit-elit Jakarta, lihat rakyatmu!”

Bagian paling keras dari pidato itu adalah teguran kepada elit politik dan intelektual ibu kota yang hanya bisa berwacana, berdebat, atau saling menghina, tetapi tidak turun ke lapangan.

Prabowo menyindir:

“Hei elit-elit di Jakarta, hei kelompok orang pintar, lihat rakyatmu! Masalah jembatan tidak selesai dengan wacana, teori, gagasan, maki-memaki.”

Ia kemudian menekankan:

“Ini diselesaikan dengan kerja nyata, pikiran nyata, dan tindakan nyata!”

Pidato ini langsung disambut tepuk tangan panjang seluruh hadirin, termasuk para menteri.

Memohon Dukungan Rakyat: “Bantu saya berantas korupsi”

Di penghujung pidatonya, Prabowo kembali merendahkan hatinya. Ia mengakui bahwa pekerjaan ini sangat berat, mustahil diselesaikan sendirian, dan tidak ada solusi ajaib yang bisa menghilangkan korupsi dalam semalam.

Dengan nada yang lebih lembut, ia berkata:

“Masalah ini sangat berat. Saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Tapi saya bertekad. Saya mohon dukunganmu. Saya mohon doa kalian.”

Dan ditutup dengan seruan akhir:

“Bantu saya berantas korupsi.”

KESIMPULAN BERITA

Pidato ini menjadi salah satu momen paling keras dalam pemerintahan Prabowo.

Isinya memuat:

  • peringatan keras kepada pejabat,

  • deklarasi perang terhadap korupsi,

  • pengakuan jujur tentang beratnya tantangan,

  • prioritas pembangunan jembatan sebagai kebutuhan darurat nasional,

  • kritik langsung kepada elit ibu kota,

  • dan seruan moral untuk menggerakkan seluruh bangsa.

Pidato ini menunjukkan bahwa Prabowo tengah membangun narrative kepemimpinan yang kuat, fokus pada rakyat kecil, dan tidak ragu menegur pejabat yang dianggap membahayakan negara melalui korupsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here